Apakah Menyentuh Istri Membatalkan Wudhu?

Bismillaahirrahmanirrahiim

Ada sedikit kebimbangan mengenai batalkah wudhu kita ketika menyentuh istri. Dalam memahami kaidah fiqih seperti ini, hendaknya kita menimbangnya dengan Al Qur’an dan As Sunnah. Atau bisa juga ijma ulama yang tsiqat.

Untuk memahami permasalahan tersebut, marilah kita pahami dulu apa saja yang membatalkan wudhu. Hal-hal yang membatalkan wudhu adalah:


1. Segala sesuatu yang keluar dari dubur dan qubul

Allah tidak akan pernah menerima shalat salah seorang dari kalian ketika berhadats hingga ia berwudhu.

2. Tidur Nyenyak
Mata adalah pengikat dubur, barangsiapa yang tertidur hendaklah berwudhu.
(HR. Ibnu Majah)

3. Hilang akal kerena sakit (gila), pingsan, atau mabuk
Karena hilangnya akal pada keadaan ini lebih besar daripada tidur

4. Menyentuh kemaluan laki-laki atau perempuan tanpa penghalang dengan syahwat
Barangsiapa yang menyentuh kemaluannya, maka hendaklah berwudhu. (HR. Ibnu Majah)

Ia tidak lebih dari salah satu anggota tubuhmu. (HR. Ibnu Majah)

5. Memakan daging unta
Berwudhulah karena (makan) daging unta. Dan janganlah berwudhu karena (makan) daging kambing. (HR. Ibnu Majah)

Nah, berikut ini adalah hal-hal yang tidak membatalkan wudhu.

1. Menyentuh lawan jenis tanpa penghalang

Aisyah, ia berkata : “Suatu ketika aku tidur dihadapan Rasulullah, sedangkan kedua kakiku ada disebelah kiblat beliau (ditempat sujud). Jika beliau sujud, beliau merabaku dengan tangannya, maka aku lipatkan kedua , jika beliau berdiri, maka aku luruskan kembali keduanya,” Aisyah berkata, “Waktu itu dirumah-rumah belum ada lentera.” (HR. Bukhari)

2. Keluar darah bukan dari tempat yang biasa, baik karena terluka atau karena dibekam, banyak atau sedikit

Kaum muslimin senantiasa melakukan shalat dalam keadaan terluka. (HR. Bukhari)
Demikian pula yang terjadi pada Ubad bun Basyar, ketika terkena panah, beliau menerusan shalatnya. (HR. Abu Dawud)

3. Muntah
Banyak hadits-hadits yang menjelaskan bahwa muntah dapat membatalkan wudhu, akan tetapi hadits-hadits tersebut lemah dan tidak bisa dijadikan sebagai hujjah.

4. Orang yang telah berwudhu kemudiam ia ragu dalam keadaan berhadats

“Janganlah ia berpaling dari shalatnya hingga ia mendengar suara atau mendapatkan angin.” (HR. Bukhari)

5. Tertawa terbahak-bahak (dengan keras) didalam shalat

Jabir ditanya tentang seseorang yang tertawa didalam shalat, beliau menjawab, : Ia mengulangi shalatnya tetapi tidak mengulangi wudhu. (HR. Bukhari). Dan ini pendapat jumhur ulama. 

6. Memandikan mayat

Tidak sah dalil yang menunjukkan bahwa memandikan mayit dapat membatalkan wudhumu.

Wallaahua’lam bishshawab.

Sumber: Al Bayyinatul Ilmiyah fii Masalatil Fiqiyah Baabul Thaharah – al Ustadz Abu Hafizhah.

Di kota Ponorogo yang dingin namun hangat.
28 Sya’ban 1434.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s